DONALD TRUMP MADE SAUDI KING MAD

Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengungkapkan reaksi kemarahan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ketika dihubungi via telepon. Pemicu kemarahan Raja Arab Saudi di sebabkan oleh pemimpin Gedung Putih itu meminta uang untuk Amerika sebagai imbalan dukungan keamanan Washington kepada Riyadh. Raja Arab Saudi 
Salman bin Abdulaziz al-Saud marah ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluh bahwa  Amerika kehilangan 4,5 miliar Dollar Amerika per tahun untuk melindungi Arab Saudi. Presiden Amerika Serikat  itu mengungkapkan kemarahan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dalam sebuah pertemuan umum "Make America Great Again" (MAGA) di depan para pendukungnya di Green Bay, Wisconsin, hari Sabtu waktu setempat.
"We lose $4,5 billion to a country for defending them and they are rich" kata Trump di depan para pendukungnya.
"So i tell to them. I said; listen carefully. They were shocked because they never had a call like this in last 25 year, right.",katanya saat para pendukunganya bersorak.
"I said we lose $4,5 billion every year, we can not do this again. Its insane. He become mad, very mad, and said 'it is not fair'. I said, of course its fair. He said 'We will give you $ 500 million more'... I said i want more. We argue. So they pay us more than $ 500 million for one call, i just took one call." lanjut Trump
Trump mengatakan Raja Salman kemudian bertanya kepadanya mengapa dia memanggil via telepon." Because no one made call like this," kata Trump mengutip keluhan Raja Salman.
"Because they fool!," imbuh Trump yang disambut para pendukungnya.
Pemimpin Amerika ini blakblakan tidak ingin kehilangan Arab Saudi karena negara itu merupakan pembeli produk perusahaan-perusahaan AS. Dia menegaskan dukungan keamanan Washington untuk Riyadh.
"They had nothing except money, right?" katanya. "They buy more from us, the $450 billion they biught," ujarnya.
"You have people who want a cuts Saudi Arabia... I don't want to lose them," imbuh dia, seperti dikutip Al Jazeera, Senin 29 April 2019.
Tidak ada sumber yang jelas dari mana Presiden Amerika Donald Trump mengutip angka USD450 miliar itu. Akan tetapi PolitiFact, sebuah situs web pengecekan fakta, menilai klaim tersebut sebagai "Pants on Fire". Hubungan AS-Saudi telah melalui berbagai cobaan sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober lalu.  
Khashoggi, adalah orang dalam kerajaan Arab Saudi yang telah berubah menjadi kritikus Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Khashoggi terbunuh dan tubuhnya dimutilasi oleh tim Saudi. Pembunuhan itu memicu protes global, di mana beberapa negara memberlakukan embargo senjata terhadap kerajaan. Namun, Trump berdiri membela kepemimpinan Saudi.
Pada saat pembunuhan Khashoggi jadi pemberitaan media internasional, Trump berkata: "we are fool if we cancel all thi contracts, Russian and Chinese will have a bigest benefit from this and they will happy with a new bussiness they found."

Posting Komentar

0 Komentar