Gejala dan Diagnosis Kepribadian Ganda

Butuh waktu yang lama untuk menentukan bahwa seseorang mengalami gangguan psikologi multiple personality disorder. Karena tanda-tandanya bisa mirip dengan penyakit gangguan psikologi pada umumnya. Banyak penderita multiple personality disorder juga mengalami gangguan psikologi lain, seperti gangguan kecemasan atau depresiatif. Gejala yang sering ditemui pada seorang penderita gangguan kepribadian ganda adalah:
Dua atau lebih kepribadian
Seseorang dikatakan menderita gangguan psikologi kepribadian ganda apabila memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya. Keperibadian yang muncul tidak saling mengenal satu sama lain, dan keperibadian yang muncul dapat bertolak belakang. Penderita kepribadian ganda biasanya merupakan pribadi yang mudah depresi, sedih, murung, dan mudah merasa bersalah. Akan tetapi pada saat kepribadiannya yang lain mengambil alih emosi penderita maka kepribadian tersebut menampilkan emosi yang bertolak belakang dari emosi asli penderita. Dalam ilmu psikologi, kepribadian lain tersebut disebut sebagai alter ego. Alter ego akan muncul pada situasi tertentu. Kemunculan alter ego biasanya dipicu oleh stress yang karena kondisi sosial. Saat alter ego mengambil alih kesadaran penderita, maka penderita seolah memiliki riwayat diri dan identitas diri yang sangat berbeda dengan identitas asli penderita. Baik nama, usia, jenis kelamin, wawasan, dan suasana hati(mood).
Selain itu, penderita juga mengalami perubahan dalam cara pandang, tentang dirinya sendiri dan lingkungannya. Ketika alter ego sedang menguasi pribadi penderita kepribadian ganda maka alter ego dapat melakukan sesuatu yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh pribadi normal penderita. Saat alter ego-nya muncul, tanpa sadari penderita alter ego dapat melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan dirinya dan orang lain. Beberapa pihak menggambarkan apa yang dilakukan oleh alter ego saat mengambil alih pribadi penderita kepribadian ganda adalah tindakan terakhir yang harus dilakukan karena tindakan normal yang biasa di lakukan oleh penderita tidak dapat membebas penderita dari zona tidak nyaman penderita.
Alter ego yang muncul pada penderita kepribadian ganda tidak ada kaitannya dengan sebuah ritual kebudayaan dan keagamaan, bukan juga sebagai fenomena ‘kesurupan’ seperti anggapan sebagian orang pada budaya tertentu. Alter ego juga tidak muncul karena pengaruh konsumsi obat-obatan dan minuman beralkohol atau karena kondisi medis seperti kejang. Alter ego yang muncul pada penderita kepribadian ganda karena situasi atau keadaan disekitar yang tidak nyaman bagi penderita.
Amnesia
Penderita kepribadian ganda seringkali tidak mengingat pada peristiwa-peristiwa tertentu di masa kecilnya dan saat beranjak dewasa, terutama pada kejadian yang memberikannya trauma yang mendalam. Penderita juga bisa lupa pada kejadian yang baru saja berlangsung, juga tidak bisa mengingat informasi penting serta lupa pada kemampuan yang mereka miliki. Misalnya, lupa bagaimana menggunakan komputer, atau lupa bagaimana mengerjakan sesuatu yang sebenarnya biasa dilakukan sehari-hari.
Penderita bisa mengalami kejadian seperti berada di suatu tempat, namun tidak ingat bagaimana dia bisa berada di tempat itu, atau menemukan suatu benda di sekitarnya, tapi tidak tahu bagaimana benda itu bisa berada di situ. Penderita kepribadian ganda juga seringkali tidak mengingat sesuatu yang pernah diucapkan atau dilakukan. Amnesia yang dialami penderita terjadi sementara dan tidak konsisten tergantung pada kepribadian tertentu yang sedang aktif. Penderita kepribadian ganda juga mengalami kesulitan dalam beraktivitas, pekerjaan, dan hubungan dengan lingkungannya karena gangguan kepribadian yang dia alami.
Selain menunjukkan berbagai kondisi di atas, penderita kepribadian ganda kadang juga memperlihatkan serangkaian gejala penyakit fisik, seperti sakit kepala berat, atau gejala yang mirip penyakit mental lain, di antaranya gangguan makan, suasana hati yang mudah berubah, depresi, dan gangguan tidur seperti insomnia, mimpi buruk, atau gangguan tidur berjalan. Penderita juga dapat mengalami gangguan cemas, serangan panik, fobia, dan juga berhalusinasi (merasa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata). Kecanduan alkohol dan obat-obat terlarang juga sering terjadi pada penderita penyakit ini. Penderita kepribadian ganda lebih rentan untuk melukai diri sendiri, bahkan hingga melakukan percobaan bunuh diri. Lebih dari 70 persen penderita gangguan kepribadian ganda diketahui pernah melakukan percobaan bunuh diri.

0 Komentar